m
i
c
h
a
n
My Profile
Mitha Paramitha
Mitha ; Michan ; Nisa ; Micong ; Mith ; cung
Surabaya, 04 October 1992
University of Brawijaya
college student
Wish List
FSRD ITB (I got UB)
new cell-phone
new orange-notebook (not orange, but black)
driving license
boyfriend <--- miris abis dah. LOL
I Love
editing
doodling
daydreaming
chocolate
flowers
orange
poems
etc
I Hate
spicy taste
cold weather
heavy rain
HORROR THINGS!
myth
etc
Profile
these aren't enough to know me deepest
Mitha Paramitha
Mitha ; Michan ; Nisa ; Micong ; Mith ; cung
Surabaya, 04 October 1992
University of Brawijaya
college student
Wish List
driving license
boyfriend <--- miris abis dah. LOL
I Love
editing
doodling
flowers
orange
poems
etc
I Hate
spicy taste
cold weather
heavy rain
HORROR THINGS!
myth
etc
It's My Seven Colors Life
Hmm, sebenarnya many things happened on this week. Ngga minggu ini aja sih, sebelumnya juga. tapi emang daku alias saya alias aku ngga sempet apdet blog. Ngga ada waktu buat ngetik.
The important story is, yah, I’ve told him. I’ve explained everything. EVERYTHING.
Him? Siapakah si “him” itu? Yaaa, dia itu yang mesti kesebut sebut di hampir semua postingan. Dia yang makes my life more wonderful but painful juga. hahaha. Keputusanku entah bego atau yang tebaik. Tapi sepertinya yang terakhir.
Entah juga dimana perasaanku waktu ngomong itu. Semua ngalir gitu aja, yaah, meski nervous dan grogi hadep-hadepan sama dia. Yang penting udah jelas, dia udah tau sejak lama tapi diperjelas aja. Sapa tau ada salah paham di belakang. Dan ternyata memang iya. Hm, entahlah. Kalo dipikir dan diinget-inget lagi bikin down…
Another topic, sepertinya saya lagi kena depresi. Depresi akut mungkin. Ini bukan ngelebih-lebihin. Serius. Apalagi diperkuat dengan informasi dari internet, dari buku La Tahzan for Teens punya adek saya.
Di artikel itu, ada tulisan mengenai ciri-ciri untuk bisa dikatakan depresi dan paling tidak minimal empat gejala yang berlangsung setiap hari, paling tidak dalam seminggu:
1) Selera makan hilang atau kehilangan berat badan yang sangat berarti check >> emang selera makanku hilang entah kemana, dan mengakibatkan Mylanta menjadi primadona.
2) Susah tidur (insomnia) check >> lebih dari seminggu ngga bisa tidur kalo ngga di atas jam dua belas, atau minimal jam sebelas
3) Gerakan yang melambat (agitasi psikomotor) check >> sepertinya bisa dilihat dari intensitas omelan ayah dan ibuk tentang betapa leletnya saya yang bertambah dari hari kehari
4) Kehilangan minat atau rasa senang pada kegiatan yang biasa dilakukan cross >> engga tuh, buktinya saya masih seneng ngeleot, kerja majalah, bikin puisi, dll
5) Kehilangan tenaga, kelelahan check >> rasanya lemes mulu, ngapa-ngapain gontai
6) Merasa tidak berharga, menyalahkan diri, atau merasa bersalah yang berlebihan check >>sering, tapi ngga terlalu parah sih, masih bisa dikontrol perasaan yang ini. Palingan kalo lagi kepikiran diem doang. Menyendiri, ngejauh dari keramean ato berada di tempat asing dan instrokpeksi.
7) Menggerutu atau menunjukkan hilangnya kemampuan berpikir check >> bisa dilihat dari betapa tambah tidak nyambungnya saya tiap diajak ngobrol, apalagi diskusi! Dan nilai ulangan harian yang ngga pernah lepas dari remed, meskipun anak laen dapat di atas nilai Sembilan.
8) Selalu muncul pikiran tentang kematian, bunuh diri, ingin segera mati check >> Cuma sekali sih, dan itu langsung curhat ke temen. Rasanya plong setelah itu dan ngga mikirin lagi
Oke, mari kita hitung ada berapa ……..
……tujuh. Yak TUJUH dari DELAPAN gejala! Percaya atau engga, tapi emang itu kenyataannya. Dan mungkin sampai saya ngetik sekarang.
Apakah saya depresi? Depresi berat?
I don’t know why, kenapa saya bisa jadi depresi. Apakah karena bersedih? Hmm, bukan. Yah, tidak sepenuhnya karena bersedih sepertinya. Banyak masalah. Ya, karena banyak masalah.
Apa aja masalah itu? Hmm, susah dijawab. Karena sesuatu yang kecil-pun dapat menjadi masalah kalau kita sedang depresi. Ya ngga?
Tapi yang paling berpegaruh sepertinya ada tiga hal:
1) Sertifikasi yang ngga maksimal
2) Degradasi prestasi yang sangat signifikan
3) Masalah hati
Poin satu dan dua dilatarbelakangi pengen bikin bangga ortu, masalahnya saya ngga mampu, ngga bisa do the best. Jadi, yah, membuat saya kepikiran.
Poin tiga sepertinya memegang 50% atas kendali pikiran saya. Ya, separo jiwa saya ada di masalah itu.
Gimana ngga meres pikiran coba, itu masalah terjadi begitu cepat. Fakta, kenyataan, segala yang ditutupi terbeber beruntutan tanpa sempat saya cerna. Tanpa sempat saya filter untuk ngga nyakitin hati. Tapi, kenyataan emang kejam. Meski di balik kekejaman itu banyak banget hikmahnya. Ya, saya bisa sadar sekarang tentang poin tiga. Nyambung dengan paragraph awal, sepertinya poin tiga hampir selesai, meskipun tetap membekas. Tetap memenuhi pikiran. Tapi seengganya udah ngga jadiin beban yang terlalu berat dari sebelumnya. Alhamdulillah, saya bersyukur banget….
So, kenapa bahasa saya tiba-tiba kaku gini? *ngebaca paragraf atas*
Hooo, sebegitu depresinya sayaaaa….. ):
Bagaimana mengurangi depresi? Hm, menurut saya, saya harus melakukan sesuatu yang dapat membuat saya fresh, seneng, bisa ngelepasin semua beban meski hanya sementara, dan menjadi diri saya sendiri. Saya merasa mendapat 100% “nyawa” kalo di sekeliling temen ekskul. Beneran. Padahal mereka ngga tahu apa-apa tentang masalah-masalah yang sedang saya alami. Tapi saya bisa melepas semua topeng, bisa menjadi diri sendiri tanpa harus takut, tanpa harus malu.
Dan benar. Saya merasa lebih baik sekarang. Entah besok seperti apa, yang jelas perasaan saya jauuhhhhh lebih baik. Andai mereka tahu kalau mereka sangat berharga bagi kondisi psikis saya. Hahahha. Entahlah, apa mereka tetap mau menemani saya seperti tadi. Entahlaaahh…. Yang penting saya sudah baikan, dan saya mulai merasa bahagia karena hidup :D
depresi?
07 Juni 2009 ( 16.18 )
Hmm, sebenarnya many things happened on this week. Ngga minggu ini aja sih, sebelumnya juga. tapi emang daku alias saya alias aku ngga sempet apdet blog. Ngga ada waktu buat ngetik.
The important story is, yah, I’ve told him. I’ve explained everything. EVERYTHING.
Him? Siapakah si “him” itu? Yaaa, dia itu yang mesti kesebut sebut di hampir semua postingan. Dia yang makes my life more wonderful but painful juga. hahaha. Keputusanku entah bego atau yang tebaik. Tapi sepertinya yang terakhir.
Entah juga dimana perasaanku waktu ngomong itu. Semua ngalir gitu aja, yaah, meski nervous dan grogi hadep-hadepan sama dia. Yang penting udah jelas, dia udah tau sejak lama tapi diperjelas aja. Sapa tau ada salah paham di belakang. Dan ternyata memang iya. Hm, entahlah. Kalo dipikir dan diinget-inget lagi bikin down…
Another topic, sepertinya saya lagi kena depresi. Depresi akut mungkin. Ini bukan ngelebih-lebihin. Serius. Apalagi diperkuat dengan informasi dari internet, dari buku La Tahzan for Teens punya adek saya.
Di artikel itu, ada tulisan mengenai ciri-ciri untuk bisa dikatakan depresi dan paling tidak minimal empat gejala yang berlangsung setiap hari, paling tidak dalam seminggu:
1) Selera makan hilang atau kehilangan berat badan yang sangat berarti check >> emang selera makanku hilang entah kemana, dan mengakibatkan Mylanta menjadi primadona.
2) Susah tidur (insomnia) check >> lebih dari seminggu ngga bisa tidur kalo ngga di atas jam dua belas, atau minimal jam sebelas
3) Gerakan yang melambat (agitasi psikomotor) check >> sepertinya bisa dilihat dari intensitas omelan ayah dan ibuk tentang betapa leletnya saya yang bertambah dari hari kehari
4) Kehilangan minat atau rasa senang pada kegiatan yang biasa dilakukan cross >> engga tuh, buktinya saya masih seneng ngeleot, kerja majalah, bikin puisi, dll
5) Kehilangan tenaga, kelelahan check >> rasanya lemes mulu, ngapa-ngapain gontai
6) Merasa tidak berharga, menyalahkan diri, atau merasa bersalah yang berlebihan check >>sering, tapi ngga terlalu parah sih, masih bisa dikontrol perasaan yang ini. Palingan kalo lagi kepikiran diem doang. Menyendiri, ngejauh dari keramean ato berada di tempat asing dan instrokpeksi.
7) Menggerutu atau menunjukkan hilangnya kemampuan berpikir check >> bisa dilihat dari betapa tambah tidak nyambungnya saya tiap diajak ngobrol, apalagi diskusi! Dan nilai ulangan harian yang ngga pernah lepas dari remed, meskipun anak laen dapat di atas nilai Sembilan.
8) Selalu muncul pikiran tentang kematian, bunuh diri, ingin segera mati check >> Cuma sekali sih, dan itu langsung curhat ke temen. Rasanya plong setelah itu dan ngga mikirin lagi
Oke, mari kita hitung ada berapa ……..
……tujuh. Yak TUJUH dari DELAPAN gejala! Percaya atau engga, tapi emang itu kenyataannya. Dan mungkin sampai saya ngetik sekarang.
Apakah saya depresi? Depresi berat?
I don’t know why, kenapa saya bisa jadi depresi. Apakah karena bersedih? Hmm, bukan. Yah, tidak sepenuhnya karena bersedih sepertinya. Banyak masalah. Ya, karena banyak masalah.
Apa aja masalah itu? Hmm, susah dijawab. Karena sesuatu yang kecil-pun dapat menjadi masalah kalau kita sedang depresi. Ya ngga?
Tapi yang paling berpegaruh sepertinya ada tiga hal:
1) Sertifikasi yang ngga maksimal
2) Degradasi prestasi yang sangat signifikan
3) Masalah hati
Poin satu dan dua dilatarbelakangi pengen bikin bangga ortu, masalahnya saya ngga mampu, ngga bisa do the best. Jadi, yah, membuat saya kepikiran.
Poin tiga sepertinya memegang 50% atas kendali pikiran saya. Ya, separo jiwa saya ada di masalah itu.
Gimana ngga meres pikiran coba, itu masalah terjadi begitu cepat. Fakta, kenyataan, segala yang ditutupi terbeber beruntutan tanpa sempat saya cerna. Tanpa sempat saya filter untuk ngga nyakitin hati. Tapi, kenyataan emang kejam. Meski di balik kekejaman itu banyak banget hikmahnya. Ya, saya bisa sadar sekarang tentang poin tiga. Nyambung dengan paragraph awal, sepertinya poin tiga hampir selesai, meskipun tetap membekas. Tetap memenuhi pikiran. Tapi seengganya udah ngga jadiin beban yang terlalu berat dari sebelumnya. Alhamdulillah, saya bersyukur banget….
So, kenapa bahasa saya tiba-tiba kaku gini? *ngebaca paragraf atas*
Hooo, sebegitu depresinya sayaaaa….. ):
Bagaimana mengurangi depresi? Hm, menurut saya, saya harus melakukan sesuatu yang dapat membuat saya fresh, seneng, bisa ngelepasin semua beban meski hanya sementara, dan menjadi diri saya sendiri. Saya merasa mendapat 100% “nyawa” kalo di sekeliling temen ekskul. Beneran. Padahal mereka ngga tahu apa-apa tentang masalah-masalah yang sedang saya alami. Tapi saya bisa melepas semua topeng, bisa menjadi diri sendiri tanpa harus takut, tanpa harus malu.
Dan benar. Saya merasa lebih baik sekarang. Entah besok seperti apa, yang jelas perasaan saya jauuhhhhh lebih baik. Andai mereka tahu kalau mereka sangat berharga bagi kondisi psikis saya. Hahahha. Entahlah, apa mereka tetap mau menemani saya seperti tadi. Entahlaaahh…. Yang penting saya sudah baikan, dan saya mulai merasa bahagia karena hidup :D
Chit Chat
type your words HERE
Hey, Visit The Links!
Mitha Paramitha | Create Your Badge
dek Tiara Wardani
dek Jehan Ayu Wulandari
Mbak Gabby Ariane
Mbak Dechie Bestiana
designer DancingSheep
my sista (thanks for helping)Tiara Wardani
Yahoo! Messenger
Facebook
Mitha Paramitha | Create Your Badge
links
click them
dek Tiara Wardani
dek Jehan Ayu Wulandari
Mbak Gabby Ariane
Mbak Dechie Bestiana
credits
designer DancingSheep
my sista (thanks for helping)Tiara Wardani
Arts
my doodling


Archives
yesterday is history and tomorrow is mystery
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
April 2009
Mei 2009
Juni 2009
September 2009
Februari 2010
Maret 2010
April 2010
Agustus 2010